Presiden Multimedia University Malaysia Berkunjung ke Unikom20 Juni 2007
 
 
 
 
 
 
 

Universitas Komputer Indonesia (Unikom) mendapat kunjungan dari Presiden Multimedia University Malaysia (MMU), Prof. Datuk. Dr. Ghauth Jasmon beserta istri, Ibu Datin Noriah,  pada hari Rabu, 20 Juni 2007. Bersama rombongan juga hadir Pn. Ruziah Ismail yang mewakili Dr. Tan Sing Leng, dan Ibu Ida Badariah yang merupakan staff rekruitment pelajar Indonesia. ”Kunjungan persahabatan ini merupakan kunjungan balasan untuk mengkonkritkan hubungan kerja sama melalui MOU antara MMU dan Unikom yang telah ditandatangani pada tahun 2006 lalu,” ungkap Ibu Dr.Aelina Surya,dra  selaku Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Unikom dalam kata sambutannya. Dalam pidato sambutannya, Rektor Universitas Komputer Indonesia, Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto mengungkapkan bahwa dengan kedatangan Presiden MMU semakin memantapkan langkah Unikom untuk terus maju mewujudkan universitas berbasis ICT (Information Communication Technology). ”Menjalin hubungan kerjasama dengan MMU yang merupakan salah satu Universitas terkemuka di Malaysia yang memiliki keunggulan dalam bidang engineering dan robotika, merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi Unikom karena Unikom juga merupakan universitas yang berbasiskan teknologi informasi dan komputer” Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto menjelaskan. ”Demikian juga dalam bidang Robotika dimana Unikom telah memenangkan Kontes Robot se Indonesia yang diselenggarakan di Surabaya baru-baru ini..” lanjutnya.

Prof. Datuk Dr. Ghauth Jasmon mengungkapkan kegembiraannya dapat berkunjung ke Unikom. ”i feel really at home. Berada di Unikom seperti berada di MMU” demikian ungkapnya. Dalam pidatonya, Prof. Ghauth mengemukakan strategi MMU menjadi Universitas terdepan di Malaysia, dimana pada awalnya mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad ingin menjadikan semua universitas di Malaysia berbasiskan ICT. Ia mengungkapkan bahwa  terdapat perbedaan antara universitas swasta yang ada di malaysia dengan universitas swasta di Indonesia di mana pemerintah Malaysia banyak sekali memberikan bantuan dana untuk universitas swasta di Malaysia. Hal itu sangat bertolak belakang dengan kondisi universitas swasta di Indonesia yang mana tidak mendapat bantuan sama sekali dari pemerintahnya. Beliau juga mengungkapkan bahwa untuk menjadi universitas terkemuka dalam bidang akademik, suatu universitas  mestinya memiliki pejabat-pejabat yang bagus juga dalam bidang akademik dan kurikulum. Orang-orang yang bagus dalam bidangnya akan sangat membantu pelajar untuk menjadi pelajar yang bagus pula. Ini juga sangat berpengaruh pada kemajuan universitas. ”MMU memiliki banyak laboratorium yang diberikan oleh industri secara cuma-cuma, sehingga universitas tidak mengeluarkan banyak pengeluaran untuk mendirikan laboratorium.  salah satu contohnya adalah lab. Nokia. Hal itu bisa didapatkan jika universitas memiliki pelajar-pelajar dan staff yang excelent.

Target MMU selanjutnya adalah membangun international community di MMU, sehingga semua kegiatan dari negara-negara pelajar dapat dilakukan di kampus. Hal ini akan semakin memberi warna dalam kehidupan di kampus. ”MMU memiliki banyak relasi dengan negara-negara lain. Adakalanya kita harus menjalin relasi dengan negara-negara yang tidak sering kita dengar dan kita ketahui keberadaannya. Karena kita ingin mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan yang kita miliki dengan negara-negara yang justru tidak terlalu berkembang dalam bidang teknologi informasi.” Ungkap Datuk Ghauth.

Sebuah pertanyaan dari salah satu peserta dosen ingin mengetahui tentang kebijakan yang ditetapkan untuk para dosen di MMU. Multimedia University Malaysia memiliki program untuk mengetahui dosen yang berkualitas dnegan cara mengadakan polling setiap semester kepada pelajar-pelajarnya. Jika terdapat dosen yang tidak memenuhi standar maka mereka akan mengikuti suatu program tertentu. Dan jika sebaliknya maka dosen tersebut akan mendapatkan penghargaan dan juga bonus dari MMU. MMU juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikannnya. ”semuanya dapat kami tangani dan selalu terbuka untuk mahasiswa Indonesia asalkan mereka cemerlang” Datuk Ghauth meyakinkan.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi photo bersama dan makan siang bersama.

 
 
Back
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------